Aku tak
menyangka bahwa hari itu adalah hari terakhir kita bersama.
Hari terakhir
dimana kau menciumku, hari terakhir dimana kita berbagi tawa dan bertingkah
seperti anak kecil.
Aku tak
ingin kehilangan mu! Aku tak ingin kau pergi!
Salah ku..
Ya memang salahku.
“Jika aku tidak mau kehilangan orang yang
Aku cintai maka aku harus menjaga nya agar Ia yang ku cinta tidak pergi
meninggalkan ku!”
Tapi lihat
apa yang aku lakukan! Lihat sekarang! Aku menghancurkan segalanya, Aku
membiarkan nya pergi. Aku membuat Ia membenci ku! Ulahku, salahku! Aku patut
mendapatkan aa yang seharusnya aku terima.
Tuhan,
aku ingin dia! Aku ingin bersamanya lagi. Tetapi kenapa? Kenapa selalu ku
goreskan luka di hatinya?
Belum pernah
aku dicinta dan mencinta seperti ini. Aku tak pernah memikirkan betapa dalamnya
cintamu yang ku pikirkan hanya ego ku saja.
Aku ingin
berada di pelukan nya, mencium aroma tubuhnya dan melepaskan tangisku di pundak
nya. Aku ingin merasakan kasih sayang nya, rasa cinta nya. Tapi apa yang bisa
aku lakukan aku tak pernah bisa membuatnya bahagia.
Aku merindukan
nya sangat merindukan nya. Apakah semua ini bisa diperbaiki lagi? Ku rasa
tidak. Gelas yang jatuh dan pecah tidak akan kembali utuh hanya dengan kau
meminta maaf.
Untukmu
pria terhebatku, Memon BP :’) :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar