Aku merindukan nya,
terlebih saat saat menjengkelkan nya dia.
Aku suka melihat senyuman
nya, begitu tulus dan indah.
Aku suka mendengar tawanya,
begitu lepas dan bahagia.
Aku suka melihatnya
tertidur, saat ia memejamkan matanya. Saat ia menyandarkan lelahnya di
pangkuanku. Saat aku mengelus lembut rambutnya dan sesekali ku cium lembut
tangannya.
Aku suka saat ia memelukku
erat, seakan akan waktu ku akan habis. Saat ia memelukku seribu kehangatan
mendekap, segala kegundahan lenyap. Aku bahagia.
Saat ia mengecup keningku,
aku merasa menjadi wanita yang beruntung karena bisa dicintai olehnya.
Aku mengagumi nya lebih
dari apapun.
Saat ia marah, ia
benar-benar meluapkan segala emosinya. Kekecewaan dan kesedihan sangat jelas
terlihat pada raut wajahnya.
Kadang aku kesal dengan
sikapnya, dingin, cuek, suka berbicara ketus.
Aku kira, aku telah menjadi
wanita yang ia inginkan. Tetapi belum…
Menurutnya, aku belum
pernah sedikitpun mendengarnya.
Apa yang bisa ku perbuat?
Aku melihatnya dalam alam bawah sadarku. Ia telah mempunyai kekasih.
Apa aku rela cintaku
bersanding dengan perempuan lain? Tidak.
Aku belum bisa memahami
dirinya.
Yang ia inginkan, aku untuk
mendengarnya.
Menghentikkan segala
kebiasaan buruk dalam keadaan yang seperti ini.
Aku hanya mementingkan
diriku sendiri.
Awalnya aku hanya berpikir,
ah sekali-kali
Ah aku butuh hiburan dll
Tetapi ia memperdulikan ku,
ia marah karna ia peduli.
Tidak semua tanda sayang
hanya di elu-elukan.
Aku menyesal, aku sangat
merindukan mu.
Aku ingin berada dalam
pelukmu.
Bukan untuk satu kali lagi,
tapi untuk selamanya.
Aku tak ingin mencari
pengganti mu, aku tak ingin yang serupa dengan mu. Aku hanya ingin kamu.
Entah bagaimana orang
berpikir, entah seperti apa sekarang pemikiran mu.
saat ini mungkin kau telah menemukan sosok idaman mu. saat ini aku tak ingin bersanding dengan siapapun atau mencari siapapun. entah apa pemikiran mu. entah apa pendapatmu. aku harap kebencianmu tidak menutupi kebaikan yang setidaknya pernah ku berikan.