I
don’t wanna love somebody else
Mika membuka pintu
kamarnya dengan kasar lalu melemparkan tas ranselnya ke pojok ranjangnya. Ia
berdiri didepan cermin dan melihat wajahnya yang merah padam karena amarah yang
sedang menguasai dirinya.
“Gue benci sama hari ini!”
Ucapnya gusar lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Lama matanya menatap
langit-langit. Pikirannya menerawang jauh dan mengingat kejadian yang baru ia
alami.
Saat itu ia sedang berada
dalam sebuah toko buku, ini adalah buku ke 15 yang ia beli setelah putus dengan
Axel 3 minggu yang lalu. Ia sengaja melampiaskan galaunya dengan membaca buku
atau sekedar browsing tentang penulis-penulis buku muda. Pada siang yang agak
mendung itu seklias ia melihat laki-laki jangkung yang mempunyai kulit hitam
manis, ia seperti tak asing dengannya. Mika seperti pernah bersandar pada bahu
yang tegap tersebut. Ia memberanikan diri untuk mendekati nya agar hatinya puas
bahwa laki-laki itu benar orang yang dicintainya, Axel.
Hanya tinggal melewati 2
rak buku lagi, langkah mika terhenti. Datang seorang perempuan berambut
panjang, cantik dan tinggi mencium pipi laki-laki tersebut yang tak lain adalah
Axel.
Axel tersenyum simpul, senyum yang sangat ia gilai sejak pertama kali
bertemu dengan Axel.
“Kamu udah selesai hunting
nya sayang?” Tanya Axel
“Udah, makan yuk aku
laper” Jawab perempuan tersebut dengan manjanya
Mereka meninggalkan Mika
yang sedari tadi melihat drama romantic mereka. Hatinya redam, baru 3 minggu
berpisah dan ia dengan sukses telah menggantikan posisi mika dihatinya.
Perempuan itu memang cantik, tepat seperti yang didambakan oleh Axel. Mika
menaruh buku yang hendak ia beli lalu keluar toko tersebut, ia ingin berada
dirumah secepat mungkin.
---
Mika terbangun dengan mata
sembab, ia terbangun karena ponselnya berulang-ulang kali bergetar. Ia menekan
tombol ‘hijau’ untuk menerima telepon tanpa ia melihat ke layar terlebih
dahulu.
“ehem” terdengar seseorang
sedang berdehem diujung telepon
“hm siapa ini?” jawab mika
masih setengah tertidur
“Mika?” ucap seseorang itu
lagi diujung telepon, laki-laki
“apa?” Tanya mika mencoba
membuka mata
“Lagi apa?”
“Tidur..”
“ya ampun kebo banget deh
lo!” Ucap laki-laki itu
“Ih apaan sih bukannya
minta maaf udah ganggu malah ngatain!” Ucap Mika gusar
“Hehe sori sih, tetep ya
kalo dibilang kebo ngamuk”
Mika langsung membuka
matanya dan segera duduk. Kata-kata nya mengingatkan mika akan seseorang. Mika
mengucek matanya dan segera melihat layar handphone nya “Frogixel” ia terkesiap
menaruh ponselnya ditelinga lalu melihat layarnya lagi “Frogixel” itu berarti
Axel! Sedari tadi ia sedang berbicara dengan Axel.
“Axel?” Ucap Mika
hati-hati, ia ingin memastikan bahwa benar yang sedang meneleponnya adalah
Axel. Orang yang sedang sangat ia hindari.
“Iya mika, ini gue Axel”
Ucapnya enteng
Mika kembali terkesiap dan
melihat layar ponselnya sekali lagi. Ia mengerjapkan mata beberapa kali lalu
menekan tombol berwarna merah. Di layar ponselnya terdapat pemberitahuan ‘call
ended’. Ia menarik nafas panjang, pikirannya sedang kacau, apa yang sebenarnya
Axel mau. Disaat ia sudah mendapatkan wanita yang ia inginkan ia malah
menghubungi mika kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar