Senin, 19 Mei 2014

I don't wanna love somebody else (1)



I don’t wanna love somebody else


Mika membuka pintu kamarnya dengan kasar lalu melemparkan tas ranselnya ke pojok ranjangnya. Ia berdiri didepan cermin dan melihat wajahnya yang merah padam karena amarah yang sedang menguasai dirinya.

“Gue benci sama hari ini!” Ucapnya gusar lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Lama matanya menatap langit-langit. Pikirannya menerawang jauh dan mengingat kejadian yang baru ia alami.

Saat itu ia sedang berada dalam sebuah toko buku, ini adalah buku ke 15 yang ia beli setelah putus dengan Axel 3 minggu yang lalu. Ia sengaja melampiaskan galaunya dengan membaca buku atau sekedar browsing tentang penulis-penulis buku muda. Pada siang yang agak mendung itu seklias ia melihat laki-laki jangkung yang mempunyai kulit hitam manis, ia seperti tak asing dengannya. Mika seperti pernah bersandar pada bahu yang tegap tersebut. Ia memberanikan diri untuk mendekati nya agar hatinya puas bahwa laki-laki itu benar orang yang dicintainya, Axel.
Hanya tinggal melewati 2 rak buku lagi, langkah mika terhenti. Datang seorang perempuan berambut panjang, cantik dan tinggi mencium pipi laki-laki tersebut yang tak lain adalah Axel. 

Axel tersenyum simpul, senyum yang sangat ia gilai sejak pertama kali bertemu dengan Axel.
“Kamu udah selesai hunting nya sayang?” Tanya Axel
“Udah, makan yuk aku laper” Jawab perempuan tersebut dengan manjanya
Mereka meninggalkan Mika yang sedari tadi melihat drama romantic mereka. Hatinya redam, baru 3 minggu berpisah dan ia dengan sukses telah menggantikan posisi mika dihatinya. Perempuan itu memang cantik, tepat seperti yang didambakan oleh Axel. Mika menaruh buku yang hendak ia beli lalu keluar toko tersebut, ia ingin berada dirumah secepat mungkin.
---
Mika terbangun dengan mata sembab, ia terbangun karena ponselnya berulang-ulang kali bergetar. Ia menekan tombol ‘hijau’ untuk menerima telepon tanpa ia melihat ke layar terlebih dahulu.
“ehem” terdengar seseorang sedang berdehem diujung telepon
“hm siapa ini?” jawab mika masih setengah tertidur
“Mika?” ucap seseorang itu lagi diujung telepon, laki-laki
“apa?” Tanya mika mencoba membuka mata
“Lagi apa?”
“Tidur..”
“ya ampun kebo banget deh lo!” Ucap laki-laki itu
“Ih apaan sih bukannya minta maaf udah ganggu malah ngatain!” Ucap Mika gusar
“Hehe sori sih, tetep ya kalo dibilang kebo ngamuk”

Mika langsung membuka matanya dan segera duduk. Kata-kata nya mengingatkan mika akan seseorang. Mika mengucek matanya dan segera melihat layar handphone nya “Frogixel” ia terkesiap menaruh ponselnya ditelinga lalu melihat layarnya lagi “Frogixel” itu berarti Axel! Sedari tadi ia sedang berbicara dengan Axel.

“Axel?” Ucap Mika hati-hati, ia ingin memastikan bahwa benar yang sedang meneleponnya adalah Axel. Orang yang sedang sangat ia hindari.
“Iya mika, ini gue Axel” Ucapnya enteng

Mika kembali terkesiap dan melihat layar ponselnya sekali lagi. Ia mengerjapkan mata beberapa kali lalu menekan tombol berwarna merah. Di layar ponselnya terdapat pemberitahuan ‘call ended’. Ia menarik nafas panjang, pikirannya sedang kacau, apa yang sebenarnya Axel mau. Disaat ia sudah mendapatkan wanita yang ia inginkan ia malah menghubungi mika kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar