“Assalamualaikum, mika
pulang” ucap mika mengucapkan salam
Tak ada yang menjawab
salamnya, rumah Nampak sangat sepi. Ia curiga karna tak biasanya rumah tidak
dikunci saat tidak ada orang.
“Ma.. mama. Ma dimana?”
Ucap mika memanggil mama nya
Ia pergi ke kamar mamanya,
tidak ada siapa-siapa. Ia beranjak ke kamar boni, adik nya belum pulang
sekolah. Akhirnya ia menyerah mencari seisi rumah. Ia membuka pintu kamarnya
dan terduduk di bangku malasnya.
“Astaga sepi banget, pasti
lagi seneng-seneng”
Mika memejamkan matanya
dan meluruskan kakinya. Wajah axel muncul dalam pikirannya, senyuman nya,
tertawanya bahkan kebiasaan buruknya terngiang kembali. Sontak matanya kembali
terbuka.
Dret… dret…
Ponsel nya bergetar, kali
ini ia tidak terburu-buru mengangkat ia melihat layar terlebih dahulu. Tetapi,
private number. Ia mengangkat telepon tersebut sebelum dering terakhir
berhenti. Ia sengaja terdiam dan menunggu suara yang berada diseberang.
“Kak mika?” diseberang
telepon terdengar suara anak perempuan sekitar umur 7th
Mika masih terdiam, ia
mencerna suara tersebut berusaha untuk mengenali suara nya.
“kak mika coba kakak lihat
di bawah keset, didepan rumah” ujar suara itu lagi
Mika masih terdiam, namun
ia menuruti kata gadis kecil tersebut. Ia berjalan menuju pintu depan dan
segera membalik keset tersebut. Ada sebuah kotak kecil berwarna kuning terang
dengan pita berwarna merah.
“Selamat menikmati kak,
have fun” ujar suara gadis itu lagi
Tut.. tut…
Telepon diputuskan. Mika mengambil
kotak tersebut dan berlari menuju pagar rumah. Ia mencari siapa yang menaruh
kotak tersebut. Pandangannya berkeliaran ke segala penjuru tetapi malang,
suasana siang itu sangat sepi.
Ia masuk kedalam dan
membuka kotak tersebut. Ia terkejut dengan apa yang ada didalamnya. Tunggu,
kotak ini tercium seperti bunga yang kemarin ia terima. Kali ini pikirannya
makin kacau. Ia melihat ke dalam kotak kecil tersebut dan memperhatikan isinya ‘studio
2 seat c1 c2’. Dua buah tiket nonton film! Film yang ingin ia tonton, film yang
baru saja ia umumkan di twitter 2 jam yang lalu. Bagaimana bisa?
Ia meraih ponselnya dan
menghubungi sahabatnya agar ia cepat datang ke rumahnya. Ia tak habis pikir. Bagaimana
mungkin? Adakah secret admirer? Ia masih tidak percaya, yang ia percaya bahwa
pengirim tiket ini sama seperti pengirim buket kemarin. Tapi siapa? Pikiran nya
makin kacau!