Rabu, 21 Mei 2014

I don't wanna love somebody else (4)


“Assalamualaikum, mika pulang” ucap mika mengucapkan salam

Tak ada yang menjawab salamnya, rumah Nampak sangat sepi. Ia curiga karna tak biasanya rumah tidak dikunci saat tidak ada orang.

“Ma.. mama. Ma dimana?” Ucap mika memanggil mama nya

Ia pergi ke kamar mamanya, tidak ada siapa-siapa. Ia beranjak ke kamar boni, adik nya belum pulang sekolah. Akhirnya ia menyerah mencari seisi rumah. Ia membuka pintu kamarnya dan terduduk di bangku malasnya.

“Astaga sepi banget, pasti lagi seneng-seneng”

Mika memejamkan matanya dan meluruskan kakinya. Wajah axel muncul dalam pikirannya, senyuman nya, tertawanya bahkan kebiasaan buruknya terngiang kembali. Sontak matanya kembali terbuka.

Dret… dret…

Ponsel nya bergetar, kali ini ia tidak terburu-buru mengangkat ia melihat layar terlebih dahulu. Tetapi, private number. Ia mengangkat telepon tersebut sebelum dering terakhir berhenti. Ia sengaja terdiam dan menunggu suara yang berada diseberang.

“Kak mika?” diseberang telepon terdengar suara anak perempuan sekitar umur 7th

Mika masih terdiam, ia mencerna suara tersebut berusaha untuk mengenali suara nya.

“kak mika coba kakak lihat di bawah keset, didepan rumah” ujar suara itu lagi

Mika masih terdiam, namun ia menuruti kata gadis kecil tersebut. Ia berjalan menuju pintu depan dan segera membalik keset tersebut. Ada sebuah kotak kecil berwarna kuning terang dengan pita berwarna merah.

“Selamat menikmati kak, have fun” ujar suara gadis itu lagi

Tut.. tut…

Telepon diputuskan. Mika mengambil kotak tersebut dan berlari menuju pagar rumah. Ia mencari siapa yang menaruh kotak tersebut. Pandangannya berkeliaran ke segala penjuru tetapi malang, suasana siang itu sangat sepi.

Ia masuk kedalam dan membuka kotak tersebut. Ia terkejut dengan apa yang ada didalamnya. Tunggu, kotak ini tercium seperti bunga yang kemarin ia terima. Kali ini pikirannya makin kacau. Ia melihat ke dalam kotak kecil tersebut dan memperhatikan isinya ‘studio 2 seat c1 c2’. Dua buah tiket nonton film! Film yang ingin ia tonton, film yang baru saja ia umumkan di twitter 2 jam yang lalu. Bagaimana bisa?

Ia meraih ponselnya dan menghubungi sahabatnya agar ia cepat datang ke rumahnya. Ia tak habis pikir. Bagaimana mungkin? Adakah secret admirer? Ia masih tidak percaya, yang ia percaya bahwa pengirim tiket ini sama seperti pengirim buket kemarin. Tapi siapa? Pikiran nya makin kacau! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar