Jumat, 22 November 2013
Bangkit Persija!
JakOnline- Akhir-akhir ini awan hitam menyelimuti kami, tim kesebelasan kebanggaan kami belum dapat mencuri poin dari tiap pertandingan yang digelar. 6x berturut-turut macan harus bertekuk lutut pada lawan, harus merelakan 3 poin dicuri oleh lawan. Begitu banyak kesempatan namun belum dapat dimaksimalkan. Kami pun tersenyum penuh kegetiran menerima kenyataan macan pulang dengan kekalahan, menerima kenyataan macan takluk dikandangnya.
Ya, kami tahu kau telah berusaha. Pastilah tidak mudah menghadapi setiap lawan yang menghadang. Namun, kami pun tahu, kami yakin dan percaya kau dapat bangkit. Kau dapat kembali melepas gol-gol indahmu ke gawang lawan. Kami yakin kau akan dapat kembali melihat semua lawan mu pulang dengan wajah masam.
Tidak kah kau dengar? Riuh suara kami untuk membangunkan mu agar segera bangkit dari tidur lelapmu? Puluhan, ratusan bahkan puluhan ribuan dari kami ingin kau bangkit. Kami berjanji akan lebih bersorak mendukungmu. Ayo macan lebih semangat lagi meraih apa yang kita semua inginkan.
Kami tahu dan kami merasakan cemooh, cacian, ejekan tetangga membuatmu sakit, membuat mu terluka. Kami pun tahu untuk bangkit bukanlah perkara yang mudah. Tapi kami percaya kau tidak lemah, kau kuat!
Kami yakin kau tak lupa caranya mencetak gol. Kami percaya kau tidak lupa caranya untuk menang dan kami tahu kau tak lupa rasanya berada diklasemen atas. Buka matamu, bangun dari tidurmu, keluarkan cakarmu, berikan seringaian taringmu. Buktikan pada mereka yang mencemooh, dan mengejekmu bahwa kau telah bangkit dan kau mampu untuk merajai semua.
Kami berjanji akan selalu setia padamu, selalu bersorak untukmu dan kami akan tetap bangga mencintaimu. Untuk mu, Persija ku. (@Fitriaderizki/JO)
Artikel ditulis oleh : Fitriana Ade Rizki (10-April-2013)
dipublikasikan oleh JakOnline (Jakonline.asia)
Senin, 18 November 2013
Still about me again
Mah, Pak lelap sekali
kalian tertidur. Tak inginkah kalian berkunjung kedalam mimpi ku? Semalam saja.
Kalian hanya mengunjungi ku hanya untuk berpisah dan kalian tak datang lagi. Tidakkah
kau rindu kepadaku? Aku merindukan kalian, sangat merindukan kalian.
Aku ingin kalian kembali
lagi. Aku merasakan hidup tanpa kalian rasanya aku tidak ingin yah kau tau? Aku
tak ingin sendirian L
Mamah, kau melewatkan
ulang tahun ku yang ke-17. Aku ingat saat kau mengucapkan ulang tahun ku yang
ke-16 didalam sakitmu kau ingin aku menjadi anak yang kau inginkan. Kau tahu
sampai saat ini ibadah ku masih bolong-bolong haha. Kau akan melewatkan setiap
ulang tahun ku. Kau juga melewatkan wisuda ku saat sma dank au akan melewatkan
wisuda ku tiga tahun lagi. Kau akan banyak melewatkan hal terpenting dalam
hidup ku. Bahkan kau melewatkan ulang tahun mu sendiri.
Saat kau berusia 52 tahun
ini kau meminta pada tuhan agar bapak juga menemani mu, tega sekali kau meminta
nya. Aku jadi sendirian disini, kau tahu disini sama sekali tidak menyenangkan.
Bayangkan aku menangis sendirian, tega sekali kau meninggalkan ku.
Tapi mah, aku tretap
mencintaimu. Sangat mencintaimu, aku tahu tak ada orang lain selain kau dan
bapak yang begitu memahamiku, mengerti aku dan menyayangi aku. Aku menyesal
mengapa baru setelah kau pergi, aku baru mengungkapkan betapa aku sangat
menyayangimu. Peluhmu dahulu bercucuran
untuk menghidupi kami, untuk mengabulkan setiap permintaan bodoh ku. Sekarang kau
baringkan seluruh kesakitan mu, segala beban yang ada dipundak mu. Kau terlelap
dalam mimpi yang panjang. Kau berbahagia berada diSurga-Nya.
Dan pak, kau yang selalui
memanjakan ku. Kau juga yang selalu mengabulkan setiap inginku. Aku rindu saat
pergi bersama mu dimana kau selalu menggandeng tanganku. Hal yang selalu aku
benci namun hal yang paling ku rindukan. Aku rindu saat mendengarkan semua cerita
mu mendengar segala keluh kesah mu. Kadang aku mentertawakan mu yang meminta
bantuan untuk mengerti handphone jadul mu yang berlayar kuning itu. Kau pun
selalu tertawa saat
Bla bla bla still about me
Having someone to share
you’re story is the best way to minimalize you’re stressed.
Kau tau atau mungkin kau
pernah membayangkan dirimu berada didalam suatu lingkup yang sangat gelap dan
hanya ada dirimu tetapi disitu kau dapat mendengar suara-suara orang yang kau
kenal dan sayangnya mereka tidak menghiraukan mu. Menyeramkan bukan?
Aku membenci kesendirian
dan aku membenci orang-orang yang tidak menganggapku ada. Aku membenci mereka
yang sama sekali tidak merasakan bagaimana perasaan orang yang sendirian. Apakah
mereka mempunyai hati? Ku rasa tidak.
Aku pernah meneriaki
seseorang, aku katakana padanya bahwa aku tidak suka bila aku sendirian. Tetapi
apa yang terjadi, ia bilang bahwa aku terlalu berlebihan dan terlalu
kekanak-kanakan. Lalu aku bertanya padanya “Apakah perasaan ingin diperhatikan hanya milik anak kecil semata?”
Aku tidak mengerti, kemana
pergi nya kehangatan akan kasih saying yang seharusnya dirasakan oleh mereka
yang mempunyai hati serta berperasaan. Bahkan aku pernah mengutuknya agar
menjadi binatang saja, yang tidak mempunyai akal namun perasaan mereka sangat
lembut bahkan untuk menyakitinya saja harus berpikir ribuan kali.
Semakin aku beranjak
dewasa, aku sulit menemukan mereka yang berperasaan. Aku sulit untuk merasakan
cinta dan kasih sayang yang tulus tanpa ada embel-embel apapun. Aku rasa diriku
juga mempersulit keadaan, ya aku memang bukan malaikat yang tak punya dosa
tetapi aku ingin orang lain tahu apa yang aku inginkan dan aku butuhkan tanpa
aku harus mengatakan nya, hmm sepertinya aku juga harus menyadari bahwa mereka
bukanlah paranormal yang mampu membaca pikiranku.
Semakin aku dewasa, aku
ingin lebih diperhatikan. Apakah itu wajar? Aku tak tahu bagaimana orang lain
berpendapat dengan itu. Aku hanya bergulat dengan pikiranku sendiri karena aku
sadar yang dapat memahami ku hanya lah diriku sendiri. Tetapi apa salahnya jika
aku ingin mempunyai seseorang yang ada untuk membantu ku dalam menghadapi
masalah.
Toh semua manusia berhak
untuk merasakan cinta bukan? :’)
Langganan:
Komentar (Atom)
