Senin, 18 November 2013

Still about me again


Mah, Pak lelap sekali kalian tertidur. Tak inginkah kalian berkunjung kedalam mimpi ku? Semalam saja. Kalian hanya mengunjungi ku hanya untuk berpisah dan kalian tak datang lagi. Tidakkah kau rindu kepadaku? Aku merindukan kalian, sangat merindukan kalian.

Aku ingin kalian kembali lagi. Aku merasakan hidup tanpa kalian rasanya aku tidak ingin yah kau tau? Aku tak ingin sendirian L

Mamah, kau melewatkan ulang tahun ku yang ke-17. Aku ingat saat kau mengucapkan ulang tahun ku yang ke-16 didalam sakitmu kau ingin aku menjadi anak yang kau inginkan. Kau tahu sampai saat ini ibadah ku masih bolong-bolong haha. Kau akan melewatkan setiap ulang tahun ku. Kau juga melewatkan wisuda ku saat sma dank au akan melewatkan wisuda ku tiga tahun lagi. Kau akan banyak melewatkan hal terpenting dalam hidup ku. Bahkan kau melewatkan ulang tahun mu sendiri.

Saat kau berusia 52 tahun ini kau meminta pada tuhan agar bapak juga menemani mu, tega sekali kau meminta nya. Aku jadi sendirian disini, kau tahu disini sama sekali tidak menyenangkan. Bayangkan aku menangis sendirian, tega sekali kau meninggalkan ku.

Tapi mah, aku tretap mencintaimu. Sangat mencintaimu, aku tahu tak ada orang lain selain kau dan bapak yang begitu memahamiku, mengerti aku dan menyayangi aku. Aku menyesal mengapa baru setelah kau pergi, aku baru mengungkapkan betapa aku sangat menyayangimu. Peluhmu dahulu  bercucuran untuk menghidupi kami, untuk mengabulkan setiap permintaan bodoh ku. Sekarang kau baringkan seluruh kesakitan mu, segala beban yang ada dipundak mu. Kau terlelap dalam mimpi yang panjang. Kau berbahagia berada diSurga-Nya.

 
Dan pak, kau yang selalui memanjakan ku. Kau juga yang selalu mengabulkan setiap inginku. Aku rindu saat pergi bersama mu dimana kau selalu menggandeng tanganku. Hal yang selalu aku benci namun hal yang paling ku rindukan. Aku rindu saat mendengarkan semua cerita mu mendengar segala keluh kesah mu. Kadang aku mentertawakan mu yang meminta bantuan untuk mengerti handphone jadul mu yang berlayar kuning itu. Kau pun selalu tertawa saat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar