Enam belas tahun yang
lalu, aku berkumpul dengan Bapak, Ibu, Kedua kakak perempuan ku, Kakak
laki-laki ku beserta pengasuhku. Aku yang mengenakan gaun putih duduk diantara
kedua orang tua ku, didepanku sudah tersedia kue coklat yang berhiaskan krim
putih dan lilin berbentuk angka “1” sudah menyala di puncak kue tersebut. Aku yang
belum mengerti apa pun berusaha untuk meraih lilin yang menyala itu, begitu
cerita menurut Bapak ku. Andai saat itu aku sudah mengerti dan berbicara dengan
fasih aku akan berkata ‘Terima kasi pa ma telah memberiku persembahan begitu
meriah, aku sangat bahagia berada disini. Aku sangat bahagia menjadi putri mu’
Tiga belas tahun yang
lalu, aku memasuki dunia yang baru. Aku bersekolah disalah satu Taman
kanak-kanak swasta. Yang ku ingat aku sangat manja dan cengeng. Selalu berdebat
dengan Mama saat mengenakan seragam. Aku pasti menangis jika kakak atau mama
terlambat untuk menjemputku.
Jika waktu dapat ku putar
kembali, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan mereka lagi. Kini aku sadar dan
aku baru mengerti bahwa hanya mereka yang menyayangi ku yang menerima seluruh
baik buruknya sifat yang ku miliki.
Bagaimana caranya aku
bertemu mereka saat ku rindu?
Bagaimana caranya aku
memeluk mereka?
Bagaimana caranya aku
memutar waktu agar aku bias bersamanya lagi?
Bagaimana caranya agar aku
dapat abadi bersama mereka? Bersama kedua orang tua ku.
Aku merindukan kalian,
tega nya kalian meninggalkan ku sendiri. Kalian tak pernah berkunjung dalam
mimpi ku lagi. Kalian tidak pernah mengikuti ku lagi. Kalian lenyap bersama
angin lalu dan meninggalkan ku sendirian.
Tak habis pikir kalian
akan meninggalkan ku sendirian, setiap sujudku aku menyebut nama kalian agar
kalian berbahagia disana agar kalian berkunjung ke mimpi ku lagi dan menemani
hari hari ku lagi seperti sebelum kalian benar-benar meninggalkan ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar