Rabu, 13 November 2013

A little secret


Enam belas tahun yang lalu, aku berkumpul dengan Bapak, Ibu, Kedua kakak perempuan ku, Kakak laki-laki ku beserta pengasuhku. Aku yang mengenakan gaun putih duduk diantara kedua orang tua ku, didepanku sudah tersedia kue coklat yang berhiaskan krim putih dan lilin berbentuk angka “1” sudah menyala di puncak kue tersebut. Aku yang belum mengerti apa pun berusaha untuk meraih lilin yang menyala itu, begitu cerita menurut Bapak ku. Andai saat itu aku sudah mengerti dan berbicara dengan fasih aku akan berkata ‘Terima kasi pa ma telah memberiku persembahan begitu meriah, aku sangat bahagia berada disini. Aku sangat bahagia menjadi putri mu’
Tiga belas tahun yang lalu, aku memasuki dunia yang baru. Aku bersekolah disalah satu Taman kanak-kanak swasta. Yang ku ingat aku sangat manja dan cengeng. Selalu berdebat dengan Mama saat mengenakan seragam. Aku pasti menangis jika kakak atau mama terlambat untuk menjemputku.

Jika waktu dapat ku putar kembali, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan mereka lagi. Kini aku sadar dan aku baru mengerti bahwa hanya mereka yang menyayangi ku yang menerima seluruh baik buruknya sifat yang ku miliki.

Bagaimana caranya aku bertemu mereka saat ku rindu?
Bagaimana caranya aku memeluk mereka?
Bagaimana caranya aku memutar waktu agar aku bias bersamanya lagi?
Bagaimana caranya agar aku dapat abadi bersama mereka? Bersama kedua orang tua ku.
Aku merindukan kalian, tega nya kalian meninggalkan ku sendiri. Kalian tak pernah berkunjung dalam mimpi ku lagi. Kalian tidak pernah mengikuti ku lagi. Kalian lenyap bersama angin lalu dan meninggalkan ku sendirian.
Tak habis pikir kalian akan meninggalkan ku sendirian, setiap sujudku aku menyebut nama kalian agar kalian berbahagia disana agar kalian berkunjung ke mimpi ku lagi dan menemani hari hari ku lagi seperti sebelum kalian benar-benar meninggalkan ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar