Minggu, 29 Desember 2013

Him! :')



Aku tak menyangka bahwa hari itu adalah hari terakhir kita bersama.
Hari terakhir dimana kau menciumku, hari terakhir dimana kita berbagi tawa dan bertingkah seperti anak kecil.
Aku tak ingin kehilangan mu! Aku tak ingin kau pergi!
Salah ku.. Ya memang salahku.

Jika aku tidak mau kehilangan orang yang Aku cintai maka aku harus menjaga nya agar Ia yang ku cinta tidak pergi meninggalkan ku!

Tapi lihat apa yang aku lakukan! Lihat sekarang! Aku menghancurkan segalanya, Aku membiarkan nya pergi. Aku membuat Ia membenci ku! Ulahku, salahku! Aku patut mendapatkan aa yang seharusnya aku terima.

Tuhan, aku ingin dia! Aku ingin bersamanya lagi. Tetapi kenapa? Kenapa selalu ku goreskan luka di hatinya?
Belum pernah aku dicinta dan mencinta seperti ini. Aku tak pernah memikirkan betapa dalamnya cintamu yang ku pikirkan hanya ego ku saja.

Aku ingin berada di pelukan nya, mencium aroma tubuhnya dan melepaskan tangisku di pundak nya. Aku ingin merasakan kasih sayang nya, rasa cinta nya. Tapi apa yang bisa aku lakukan aku tak pernah bisa membuatnya bahagia.
Aku merindukan nya sangat merindukan nya. Apakah semua ini bisa diperbaiki lagi? Ku rasa tidak. Gelas yang jatuh dan pecah tidak akan kembali utuh hanya dengan kau meminta maaf.
Untukmu pria terhebatku, Memon BP :’) :’)

Jumat, 22 November 2013

Bangkit Persija!









JakOnline- Akhir-akhir ini awan hitam menyelimuti kami, tim kesebelasan kebanggaan kami belum dapat mencuri poin dari tiap pertandingan yang digelar. 6x berturut-turut macan harus bertekuk lutut pada lawan, harus merelakan 3 poin dicuri oleh lawan. Begitu banyak kesempatan namun belum dapat dimaksimalkan. Kami pun tersenyum penuh kegetiran menerima kenyataan macan pulang dengan kekalahan, menerima kenyataan macan takluk dikandangnya.

Ya, kami tahu kau telah berusaha. Pastilah tidak mudah menghadapi setiap lawan yang menghadang. Namun, kami pun tahu, kami yakin dan percaya kau dapat bangkit. Kau dapat kembali melepas gol-gol indahmu ke gawang lawan. Kami yakin kau akan dapat kembali melihat semua lawan mu pulang dengan wajah masam.
Tidak kah kau dengar? Riuh suara kami untuk membangunkan mu agar segera bangkit dari tidur lelapmu? Puluhan, ratusan bahkan puluhan ribuan dari kami ingin kau bangkit. Kami berjanji akan lebih bersorak mendukungmu. Ayo macan lebih semangat lagi meraih apa yang kita semua inginkan.

Kami tahu dan kami merasakan cemooh, cacian, ejekan tetangga membuatmu sakit, membuat mu terluka. Kami pun tahu untuk bangkit bukanlah perkara yang mudah. Tapi kami percaya kau tidak lemah, kau kuat!
Kami yakin kau tak lupa caranya mencetak gol. Kami percaya kau tidak lupa caranya untuk menang dan kami tahu kau tak lupa rasanya berada diklasemen atas. Buka matamu, bangun dari tidurmu, keluarkan cakarmu, berikan seringaian taringmu. Buktikan pada mereka yang mencemooh, dan mengejekmu bahwa kau telah bangkit dan kau mampu untuk merajai semua.
Kami berjanji akan selalu setia padamu, selalu bersorak untukmu dan kami akan tetap bangga mencintaimu. Untuk mu, Persija ku. (@Fitriaderizki/JO)

Artikel ditulis oleh : Fitriana Ade Rizki (10-April-2013)
dipublikasikan oleh JakOnline (Jakonline.asia)

Senin, 18 November 2013

Still about me again


Mah, Pak lelap sekali kalian tertidur. Tak inginkah kalian berkunjung kedalam mimpi ku? Semalam saja. Kalian hanya mengunjungi ku hanya untuk berpisah dan kalian tak datang lagi. Tidakkah kau rindu kepadaku? Aku merindukan kalian, sangat merindukan kalian.

Aku ingin kalian kembali lagi. Aku merasakan hidup tanpa kalian rasanya aku tidak ingin yah kau tau? Aku tak ingin sendirian L

Mamah, kau melewatkan ulang tahun ku yang ke-17. Aku ingat saat kau mengucapkan ulang tahun ku yang ke-16 didalam sakitmu kau ingin aku menjadi anak yang kau inginkan. Kau tahu sampai saat ini ibadah ku masih bolong-bolong haha. Kau akan melewatkan setiap ulang tahun ku. Kau juga melewatkan wisuda ku saat sma dank au akan melewatkan wisuda ku tiga tahun lagi. Kau akan banyak melewatkan hal terpenting dalam hidup ku. Bahkan kau melewatkan ulang tahun mu sendiri.

Saat kau berusia 52 tahun ini kau meminta pada tuhan agar bapak juga menemani mu, tega sekali kau meminta nya. Aku jadi sendirian disini, kau tahu disini sama sekali tidak menyenangkan. Bayangkan aku menangis sendirian, tega sekali kau meninggalkan ku.

Tapi mah, aku tretap mencintaimu. Sangat mencintaimu, aku tahu tak ada orang lain selain kau dan bapak yang begitu memahamiku, mengerti aku dan menyayangi aku. Aku menyesal mengapa baru setelah kau pergi, aku baru mengungkapkan betapa aku sangat menyayangimu. Peluhmu dahulu  bercucuran untuk menghidupi kami, untuk mengabulkan setiap permintaan bodoh ku. Sekarang kau baringkan seluruh kesakitan mu, segala beban yang ada dipundak mu. Kau terlelap dalam mimpi yang panjang. Kau berbahagia berada diSurga-Nya.

 
Dan pak, kau yang selalui memanjakan ku. Kau juga yang selalu mengabulkan setiap inginku. Aku rindu saat pergi bersama mu dimana kau selalu menggandeng tanganku. Hal yang selalu aku benci namun hal yang paling ku rindukan. Aku rindu saat mendengarkan semua cerita mu mendengar segala keluh kesah mu. Kadang aku mentertawakan mu yang meminta bantuan untuk mengerti handphone jadul mu yang berlayar kuning itu. Kau pun selalu tertawa saat

Bla bla bla still about me


Having someone to share you’re story is the best way to minimalize you’re stressed.

Kau tau atau mungkin kau pernah membayangkan dirimu berada didalam suatu lingkup yang sangat gelap dan hanya ada dirimu tetapi disitu kau dapat mendengar suara-suara orang yang kau kenal dan sayangnya mereka tidak menghiraukan mu. Menyeramkan bukan?

Aku membenci kesendirian dan aku membenci orang-orang yang tidak menganggapku ada. Aku membenci mereka yang sama sekali tidak merasakan bagaimana perasaan orang yang sendirian. Apakah mereka mempunyai hati? Ku rasa tidak.

Aku pernah meneriaki seseorang, aku katakana padanya bahwa aku tidak suka bila aku sendirian. Tetapi apa yang terjadi, ia bilang bahwa aku terlalu berlebihan dan terlalu kekanak-kanakan. Lalu aku bertanya padanya “Apakah perasaan ingin diperhatikan hanya milik anak kecil semata?” 

 
Aku tidak mengerti, kemana pergi nya kehangatan akan kasih saying yang seharusnya dirasakan oleh mereka yang mempunyai hati serta berperasaan. Bahkan aku pernah mengutuknya agar menjadi binatang saja, yang tidak mempunyai akal namun perasaan mereka sangat lembut bahkan untuk menyakitinya saja harus berpikir ribuan kali.
                    
Semakin aku beranjak dewasa, aku sulit menemukan mereka yang berperasaan. Aku sulit untuk merasakan cinta dan kasih sayang yang tulus tanpa ada embel-embel apapun. Aku rasa diriku juga mempersulit keadaan, ya aku memang bukan malaikat yang tak punya dosa tetapi aku ingin orang lain tahu apa yang aku inginkan dan aku butuhkan tanpa aku harus mengatakan nya, hmm sepertinya aku juga harus menyadari bahwa mereka bukanlah paranormal yang mampu membaca pikiranku.

 
Semakin aku dewasa, aku ingin lebih diperhatikan. Apakah itu wajar? Aku tak tahu bagaimana orang lain berpendapat dengan itu. Aku hanya bergulat dengan pikiranku sendiri karena aku sadar yang dapat memahami ku hanya lah diriku sendiri. Tetapi apa salahnya jika aku ingin mempunyai seseorang yang ada untuk membantu ku dalam menghadapi masalah.

Toh semua manusia berhak untuk merasakan cinta bukan? :’)