Mika menghempaskan
badannya ke sofa dan masih berpikir siapa yang mengirimkan buket bunga indah
tersebut. Ia meraih handphone nya dan menekan tombol hijau untuk menghubungi
seseorang.
“Iya halo, ke rumah gue
sekarang bisa ya” Ucap Mika mengawali pembicaraan
“Oke oke gue tunggu, bye”
lanjutnya dan menekan tombol merah. End call
Ia bangkit dari sofa dan
berjalan menuju kamarnya. Ia meraih sebuah kaset cd yang berada ditumpukan buku
setebal 5 cm. ia membolak-balikan kaset cd tersebut dan bergumam. Ia hendak
mengambil handphone untuk menghubungi seseorang yang lain, seseorang yang kini
mengacak-acak pikirannya.
“Gimana ya? Penasaran
banget gue, elo bukan sih?” ucap mika berbicara sendiri
Dari luar kamar boni
mengetuk pintu sangat keras dan memberitahu bahwa sahabatnya telah datang. Ia
segera mempersilahkan masuk dan mengunci rapat pintu kamarnya, rapat hati telah
dimulai.
“Jadi kenapa?” Tanya nadia
gadis berambut panjang sahabatnya sejak 2 tahun lalu
“Nih”
Mika memberikan sebuket
mawar yang baru ia terima dari orang yang tidak dikenal dari perantara seorang
kurir. Ia tersenyum dan mengangkat bahunya. Nadia memperhatikan buket tersebut
dan berusaha menemukan identitas dari pengirim tersebut.
“Bunga nya wangi, Mik”
Ucap Nadia mencium bunga itu berulang kali
“Iya wangi, eh tapi bukan
itu masalahnya! Focus ah” Ujar mika ikut membaringkan tubuhnya disamping nadia
“menurut lo siapa nad?”
lanjutnya
“ya secret admirer
mungkin?”
“atau.. mantan?” lanjut
nadia dengan tatapan jahil
“Mbak ini bukan novel gak
ada yang namanya secret admirer!” Ucap mika mantap
Ia tidak menanggapi ucapan
sahabatnya tentang mantan. Baginya mengingat Axel sama saja dengan membuka luka
yang hampir kering. Ia hanya menatap kosong ke langit langit kamarnya. Entah
siapa dia yang mengirim buket tersebut dan apa tujuannya, entah.
“Mungkin Cuma hari ini
nad” ucap mika
“sok tau!” sergah nadia
cepat
“ya iyalah ginian kan
mahal bisa bangkrut kali”
“heh ya lo masih mikirin
budget, dasar!” ucap nadia gemas
“Eh lo yakin yang ngirim
bukan axel?” lanjutnya
“bukan” jawab mika cuek
“gue udah cek twitternya
kayaknya lagi nyari cewek baru” lanjutnya
“bukannya dia udah punya
cewek?”
“ya punya atau engga bukan
urusan gue yang penting pasti bukan dia!”
“dia udah gak ngehubungin
gue sejak gitu deh udah yang pasti bukan dia” ujar mika mantap. Ia menutup muka
nya dengan bantal, air matanya mengalir. Mengingat axel yang kini bisa bahagia
tanpa dirinya membuat kadar kebenciannya kepada laki-laki yang pernah ada
dikehidupannya meningkat.
---
“gini deh kamu maunya apa
sih?” ucap kiara dengan nada yang di tinggikan
Axel hanya menatap kiara
dengan pandangan jenuh dan ingin segera menyudahi semuanya. Ia bermimpi terlalu
jauh, ia tidak mendapat apa yang ia butuhkan. Kenyamanan dalam berhubungan
malah semakin menjauh darinya ketika ia terus menjalani hubungan dengan kiara.
“Jawab axel!”
“kita putus” ucap axel mantap
Matanya bertemu dengan
mata kiara, tatapan yang ia rasa tidak sehangat dulu bahkan kini ia sadar tak
pernah ada kehangatan dalam hubungan mereka. Axel merasa selama ini hanya
seperti hubungan pertemanan. Rasa sayang yang sering ia lontarkan hanya lah
sebuah kata, hatinya tidak pernah benar-benar menyayangi perempuan yang berada
dihadapannya.
“Sebaiknya kita temenan
aja, aku udah gak nyaman sama semua ini” lanjutnya
Kiara hendak melontarkan
kata-kata untuk memperbaiki hubungannya dengan axel. Namun axel berbalik dan
mengambil kunci motornya. Air matanya kini sudah tidak terbendung lagi, axel
hanya diam.
“gue anter lo balik
sekarang” ucap axel dingin lalu berjalan ke beranda rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar